Home Blogging Cara Mengatasi Error 403 Forbidden

Cara Mengatasi Error 403 Forbidden

32

SALAH satu keribetan ngeblog di blog selfhosted WordPress adalah sering mengalami error. Salah satunya 403 Forbidden. Berikut ini cara mengatasi 403 Forbidden di website WP.

Postingan ini CB buat usai mengalami masalah error 403 Forbidden itu.

Jadi, saat CB selesai menulis posting, ketika klik Publish (Publikasikan), eh, malah muncul halaman 403 Forbidden. Ini contoh halaman 403 Forbidden:

403 Forbidden

Halaman itu menjadikan postingan gak bisa dipublish, juga tidak bisa diupdate. Bahkan, saat diubah jadi draft, juga tidak bisa Save Draft.

Apa masalahnya? Ternyata masalahnya adalah daftar alamat website (domain) yang ada dalam postingan!

Soalnya, ketika daftar website tersebut dihapus, 403 Forbidden tidak terjadi lagi. Postingan bisa diedit, update, dan publish normal.

Itu dia yang CB alami soal 403 Forbidden.

Pengertian 403 Forbidden

Apa itu 403 Forbidden?  Ya… itu tadi. Secara bahasa, forbidden artinya “terlarang”.

Ya, karena terlarang, maka tidak bisa edit, save, dan publish ketika menulis postingan.

Namun, 403 Forbidden lebih dari itu.

Menurut referensi yang tersebar di internet, termasuk dari beberpa provider domain hosting, Error 403 forbidden adalah status error HTTP yang muncul ketika pengguna website mencoba mengakses halaman atau resource yang dilarang.

Pembatasan akses ini terjadi karena server membaca adanya sumber daya yang dilindungi pada suatu halaman website, sehingga 403 forbidden muncul sebagai bentuk perlindungan terhadap resource tersebut.

403 forbidden umumnya berupa halaman web kosong (blank) dengan sedikit pesan pada bagian atas.

Beberapa jenis pesan 403 forbidden yang sering ditemui blogger yang ngeblog di WP adalah:

  • Error 403
  • HTTP 403
  • Forbidden: [You don’t have permission to access = [directory] on this server]
  • Access denied You don’t have permission to access
  • HTTP Error 403 – Forbidden
  • 403 Forbidden
  • 403 forbidden request forbidden by administrative rules
Baca Juga:  Cara Mengatasi Briefly Unavailable for Scheduled Maintenance

Penyebab 403 Forbidden

Salah satu penyebab 403 Forbidden sudah CB kisahkan di atas. Yaitu ada konten atau tulisan (teks) yang masuk kategori “terlarang”.

Bisa jadi, satu atau beberapa nama website (nama domain) yang CB cantumkan ada yang masuk “black list” pihak provider hosting atau bahkan CMS WordPress.

Penyebab lainnya, menurut referensi yang CB baca, 403 forbidden merupakan sebuah pesan peringatan yang dikirimkan oleh server akibat “adanya tindakan yang dianggap melanggar keamanan resource”.

Akibatnya, 403 forbidden muncul ketika pengguna mencoba mengakses halaman yang dilarang.

Cara Mengatasi 403 Forbidden

Dari contoh 403 Forbidden yang CB alami, yakni 403 Forbidden gara-gara daftar website dalam postingan, sama sekali tidak menemukannya di referensi yang ada.

Bisa juga CB belum menemukannya.

Umumnya, postingan yang membahas 403 Forbidden, hanya memberi tiga solusi untuk mengatasi 403 Forbidden, yaitu Mengecek file .htaccess, Menonaktifkan Plugin, dan Cek Permission.

1. Mengecek file .htaccess

Mengecek file .htaccess dilakukan di File Manager. Caranya, masuk ke Cpanel.

Pada bagian foler public_html, Anda akan menemukan file .htaccess

Jika tidak menemukan file .htaccess, kita bisa klik menu Setting (yang terletak pada bagian pojok kanan atas) kemudian centang Show Hidden File.

Jika masih tetap tidak dapat menemukan file .htaccess, maka kemungkinan file tersebut sudah terhapus, dan kita bisa membuat file .htaccess yang baru.

2. Mengubah Permissions pada File atau Folder

Cara kedua mengatasi 403 Forbidden adalah mengecek setting permissions.

File dan folder memiliki permissions untuk mengatur siapa saja yang bisa mengakses data di dalamnya.

Caranya, login ke cPanel, kKlik kanan pada folder public_html, kemudian pilih File Permissions.

Masukkan kode 755 pada kolom Numeric Value, lalu pilih Apply to directories only, lalu OK.

Baca Juga:  Tips SEO Dasar Website WordPress Lengkap bagi Pemula

3. Menonaktifkan Plugin

Menonaktifkan plugin kayaknya “SOP standar” untuk mengatasi semua error di WP, termasuk 403 Forbidden.

Pengalaman CB begitu. Plugin memang sangat membantu kita dalam blogging di WordPress, tapi pluginnya bermasalah, atau tidka cocok dengan tema yang dipakai misalnya, maka akan terjadi error.

Kembali ke cara mengatasi 403 Forbidden. Jika masalahnya bukan di file .htaccess dan butakn di permission file, maka langkah ketiga yaitu menonaktifkan plugin WordPress.

403 forbidden bisa saja muncul karena terdapat masalah pada plugin, karena itu kita perlu mematikan plugin agar website dapat kembali normal.

  • Buka akun hosting melalui FTP Klien
  • Buka folder public_html lalu wp-content
  • Nonaktifkan plugins dengan mengganti nama folder plugins menjadi disabled-plugins

Buka kembali website Anda, bila website sudah bisa diakses secara normal itu berarti 403 forbidden muncul akibat adanya masalah pada plugins WordPress.

Menambahkan kata disabled- pada folder plugins akan menonaktifkan seluruh plugins pada website Anda.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan apakah 403 forbidden benar disebabkan oleh plugins yang bermasalah atau bukan. Karena itu meskipun website sudah kembali normal, namun Anda tidak mungkin membiarkan semua plugins dalam keadaan mati.

Maka, sekarang Anda perlu melakukan langkah selanjutnya yaitu mencari plugins mana yang bermasalah.

Anda dapat mengubah kembali nama folder menjadi plugins, dengan begitu seluruh plugins akan kembali aktif.

Kemudian ganti nama plugins yang lebih spesifik satu persatu dengan menambahkan kata disabled- di depannya.

Setiap kali Anda mengubah satu plugins coba jalankan lagi website Anda untuk mengecek apakah 403 forbidden sudah hilang atau belum.

Ulangi langkah tersebut hingga Anda menemukan plugins yang bermasalah.

Setelah plugins yang bermasalah berhasil ditemukan, Anda dapat menghapus plugins tersebut lalu menginstall ulang maupun mengupdate versi terbaru jika ada.

Baca Juga:  10 Contoh Blog Sukses dan Populer yang Dibuat dengan WordPress

Dengan begitu kini website Anda terbebas dari 403 forbidden tanpa mengganggu fungsi plugins yang digunakan.

Kesimpulan

Error 403 Forbidden berkaitan dengan “izin akses” pada halaman atau resource tertentu.

Karena itu, 403 Forbidden dapat diatasi dengan melakukan pengecekan pada folder .htacces, mengubah permissions pada file dan folder, atau menonaktifkan plugins WordPress.

Namun, sebelum melakukan semua solusi tersebut, coba dulu cara CB di atas. Bisa jadi, 403 Forbidden karena masalah di postingan, misalnya ada nama domain atau alamat website yang “terlarang”.

Bahkan, asa satu lagi pengalaman pengguna WP dalam mengatasi masalah ini, yaitu Restart Modem dan Komputer! Silakan cek pengalaman romeltea dalam mengatasi

Demikian ulasan tentang masalah 403 Forbidden. Para master, silakan mengoreksi ulasan ini.

Good Luck and Happy Blogging!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here