Home Website Cara Membuat Website Desa dengan Domain Desa.id

Cara Membuat Website Desa dengan Domain Desa.id

20

Website Desa

Belum banyak desa di Indonesia yang mempunyai website sebagai situs web resmi pemerintah desa.

Padahal, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2012 atau UU Desa mengisyaratkan desa-desa di Indonesia punya website.

Website desa merupakan bagian dari implementasi keterbukaan informasi publik, selain promosi potensi desa –misalnya wisata dan produk lokal– ke level global.

UU Desa menyebutkan,  desa berhak mendapatkan akses informasi melalui sistem informasi Desa yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib mengembangkan sistem informasi Desa dan pembangunan Kawasan Perdesaan.

Sistem informasi Desa meliputi fasilitas perangkat keras dan perangkat lunak, jaringan, serta sumber daya manusia.

Sistem informasi Desa meliputi data Desa, data Pembangunan Desa, Kawasan Perdesaan, serta informasi lain yang berkaitan dengan Pembangunan Desa dan pembangunan Kawasan Perdesaan.

Sistem informasi Desa dikelola oleh Pemerintah Desa dan dapat diakses oleh masyarakat Desa dan semua pemangku kepentingan.

Mungkin kurang sosialisai, kesadaran, dan terutama minimanya sumber daya, mayoritas desa di Indonesia belum punya website.

Namun, jangankan desa, kelurahan dan kecamatan pun kemungkinan banyak yang masih belum punya website, atau sudah ada tapi tidak update karena keterbatasan SDM.

Domain Khusus Desa.id

Pemerintah bahkan telah memfasilitasi domain khusus website desa, yaitu “desa.id”.

Pendaftaran Nama Domain desa.id diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2015 tentang Registrar Nama Domain Instansi Penyelenggara Negara (Permenkominfo 5/2015).

Desa.id adalah second level domain atau domain tingkat kedua Internet Indonesia untuk Desa.

Sejak 1 Mei 2013, domain desa.id dikelola oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI).

Sebelumnya, desa.id diusulkan oleh perwakilan desa-desa yang tergabung dalam Gerakan Desa Membangun (GDM) dalam Diskusi Umum Terbuka (DUT) PANDI ke-2 di Perpustakaan Universitas Indonesia, Depok, 12 Februari 2013.

Baca Juga:  Pengertian Blog, Jenis-Jenis, Contoh, dan Cara Membuatnya

Menurut data Desa Web Id, hingga akhir tahun 2012, desa belum memiliki domain internet “resmi”. Saat itu masih berlaku, Permenkominfo No. 28 Tahun 2006 tidak mengakui desa sebagai bagian dari Pemerintahan Republik Indonesia, sehingga tidak dapat menggunakan domain “go.id”.

Karena itu, desa-desa yang tergabung dalam Gerakan Desa Membangun (GDM) kemudian menggagas usulan domain internet Indonesia khusus untuk desa “desa.id”.

Diusulkan dan dibahas di forum Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sejak akhir Desember 2012, kemudian diusulkan resmi dalam forum Diskusi Umum Terbuka PANDI, 12 Februari 2013, diterima dan disetujui Forum Nama Domain Indonesia, kemudian diluncurkan ke publik pada 1 Mei 2013.

Domain desa.id kemudian melahirkan semangat pemberdayaan masyarakat baru berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sehingga melibatkan ribuan Relawan TIK, Kemenkominfo RI dan lembaga / organisasi kemasyarakatan. Sejak 2013 muncullah gelaran event Festival DesTIKa, kemudian pada DesTIKa kedua tahun 2014 muncul kegiatan penganugerahan “DesTIKa desa.id Awards” dan melahirkan gerakan #1000webdesa dengan domain desa.id gratis pada 2013-2014 dengan lebih dari 2.000 desa penggunanya.

Pemerintah, melalui Permenkominfo No. 5 Tahun 2015 kemudian mengambilalih pengelolaan domain desa.id, mengakuinya menjadi domain instansi penyelenggara setara dengan go.id, mil.id dan .id milik pemerintahan Republik Indonesia. Sejak saat itu, pendaftaran dan pengelolaan domain desa.id dilayani oleh Registrar domain pemerintah, www.domain.go.id

Promosikan Potensi Desa

Domain “Desa.id” Diluncurkan untuk Promosikan Potensi Desa.

Diberitakan Berita Satu, pembuatan domain “desa.id” diajukan karena desa sebagai satuan pemerintahan terkecil tidak dapat menggunakan domain “go.id”.

“Menurut peraturan menteri, domain ‘go.id’ hanya dapat digunakan hingga level kabupaten atau kota,” jelas Ketua Umum PANDI, Andi Budimansyah.

Andi menyatakan, domain “desa.id” sebagai domain pertama berbasis Bahasa Indonesia.

Baca Juga:  Contoh Blog WordPress, Website Menggunakan CMS WP

“Harapan kami, domain ‘desa.id’ dapat dimanfaatkan oleh kawan-kawan di desa untuk menampilkan kearifan dan potensi desanya, baik kepada Indonesia maupun dunia,” tegas Andi.

Domain desa.id didaftarkan melalui registrar-registrar PANDI atau provider domain hosting di Indonesia.

“Mungkin belum semua registrar menampilkan domain ‘desa.id’ di webnya, namun secara teknis sudah bisa didaftarkan. Silakan hubungi salah satu registrar kami untuk mendaftarkannya,” ujar Andi.

PANDI merupakan organisasi yang dibentuk oleh komunitas Internet Indonesia bersama pemerintah pada 29 Desember 2006 untuk menjadi registry domain “.id”.

Pada 29 Juni 2007, pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informatika RI secara resmi menyerahkan pengelolaan seluruh domain internet Indonesia kepada PANDI.

Cara Membuat Website Desa

Berikut ini langkah membuat website desa.

1. Daftarkan Nama Domain Desa.id

Langkah pertama dalam membuat website desa adalah mendaftarkan nama domain, yaitu “namadesa.desa.id”.

Untuk mendaftarkan domain desa.id, pihak pemerintah desa terlebih dulu harus menyiapkan beberapa dokumen.

Berkas yang perlu disiapkan:

  1. SK Pengangkatan Kepala Desa.
  2. SK Pengangkatan Perangkat Desa: Sekretaris Desa / Kasi / Kaur. Pilih salah satu saja.
  3. Surat Kuasa dari kepala desa kepada perangkat desa berstempel basah dan tanpa materai.
  4. Surat Permohonan nama domain desa berstempel basah.
  5. KTP Perangkat yang ditunjuk
  6. Kode Pos Alamat sesuai KTP
  7. No. HP Perangkat Desa yang bersangkutan

Pendaftaran untuk satu tahun tidak dipungut biaya, sedangkan untuk 2 tahun, biayanya Rp55.000.

Pendaftaran domain desa.id harus dilakukan oleh aparat yang berwenang atau yang ditunjuk dengan surat kuasa.

Setelah berkas dan staf desa yang ditugaskan siap melakukan pendaftaran, buka website domain.go.id untuk menftarkan nama domain website desa, misalnya “lancarjaya.desa.id”.

Jika tersedia, lakukan pendaftaran dengan mengikuti pentunjuk yang ada.

Baca Juga:  10 Contoh Blog Sukses dan Populer yang Dibuat dengan WordPress

Selengkapnya, lihat Panduan Resmi Pendaftaran Domain Desa.id

Cara Membuat Website Desa dengan Domain Desa.id

2. Memilih Webhosting

Setelah urusan domain selesai, sudah terverifikasi, maka langkah berikutnya adalah memilih layanan webhosting.

Silakan pilih di salah satu Webhosting Terbaik di Indonesia.

Anda bisa konsultasi langsung via chat online, whatsapp, dll. jika mengalami kendala dalam memilih hosting.

3. Pasang WorPress

Setelah doman dan hosting tersedia, langkah berikutnya adalah pembuatan website.

Cara termudah membuat website desa adalah menggunakan CMS WordPress, yaitu software populer untuk membuat website.

Setelah selesai, langkah berikutnya adalah memilih desain tema atau tampilan.

4. Cara Mengisi Website Desa

Jika website sudah jadi, maka langkah berikutnya adalah mengisi website tersebut atau membuat konten.

Tim website desa bisa lebih dulu posting seputar informasi dasar tentang desa:

  1. Profil Desa: nama desa, luas wilayah, jumlah penduduk, dll.
  2. Profil Kepala Desa dan perangkat di bawahnya.
  3. Program Desa
  4. Potensi/Tempat Wisata
  5. Produk Lokal Desa

Sebagaimana umumny website resmi pemerintah, website desa merupakan sumber informasi resmi desa.

Dengan website desa, pemerintah desa bisa menyebarkan informasi aktual tentang kegiatan desa, sosialisasi kebijakan, penyuluhan, dan sebagainya kepada warga desa secara online.

Website desa juga bisa dimanfaatkan sebagai Sarana Promosi Potensi Desa. Setiap desa memiliki potensi yang berbeda. Baik dari sumber daya alam maupun potensi masyarakatnya.

Keberadaan website juga memudahkan dokumentasi kegiatan, misalnya foto dan video.

Terpenting, website desa akan meningkatkan pelayanan administrasi secara online dan dengan cepat bisa menerima laporan, keluhan, atau pengaduan dari warga desa secara online.*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here